Skip to content

Distribusi 80 Ribu Becak Listrik se Indonesia Rampung 2027, Pemkot Malang Siapkan Tarif Resmi dan Aplikasi

Petugas Menyerahkan Becak Listrik Kepada Pengemudi Di Balai Kota Malang, Bagian Dari Program Distribusi Nasional 2025–2027.
Petugas menyerahkan becak listrik kepada pengemudi di Balai Kota Malang, bagian dari program distribusi nasional 2025–2027.

Distribusi 80 Ribu Becak Listrik se Indonesia Rampung 2027, Pemkot Malang Siapkan Tarif Resmi dan Aplikasi

MALANG – Program bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto ditargetkan rampung pada 2027 dengan total sasaran sekitar 80.000 pengemudi becak di seluruh Indonesia. Program ini merupakan pengadaan nasional yang dimulai sejak 2025 dan dilanjutkan hingga 2027.

Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko, menyebut untuk 2026 dan 2027 pemerintah telah memesan 70.000 unit becak listrik kepada PT Pindad. Pengadaan awal pada 2025 mencakup sekitar 10.000 unit.

“Targetnya 2027 selesai. Total sasaran sekitar 80 ribu sesuai hasil survei populasi becak nasional,” kata Teguh, Rabu (21/1/2026).

Penyaluran dilakukan bertahap dengan prioritas usia, mulai pengemudi becak berusia 70 tahun ke atas, lalu 60 dan 50 tahun, hingga seluruh pengemudi becak menerima bantuan. Di Kota Malang sendiri, hingga 2025 telah disalurkan 200 unit becak listrik dari sekitar 800 pengemudi becak yang terdata.

“Jumlahnya masih bisa bertambah, tapi tetap diverifikasi. Yang menerima harus benar-benar pengemudi becak,” tegas Teguh.

Seiring distribusi becak listrik, Pemerintah Kota Malang juga menyiapkan kebijakan penataan operasional. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan Pemkot akan menetapkan tarif resmi becak listrik berbasis jarak tempuh untuk mengakhiri sistem tawar-menawar, terutama bagi wisatawan.

“Kita kaji bersama forum lalu lintas dan perguruan tinggi. Tarif akan seragam dan diatur lewat Perwali,” ujarnya.

Selain tarif, Pemkot Malang juga merencanakan aplikasi khusus pemesanan becak listrik yang akan dikelola melalui paguyuban becak bekerja sama dengan PHRI, guna mendukung sektor pariwisata. Operasional becak listrik sementara diprioritaskan melayani rute wisata.

Untuk mendukung operasional, Pemkot bersama PLN menyiapkan infrastruktur SPKLU. Saat ini terdapat 37 titik SPKLU di Kota Malang dan akan terus ditambah, terutama di kawasan hotel dan destinasi wisata.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Imam, pengemudi becak asal Kelurahan Arjowinangun, mengaku sangat terbantu. Becak listrik yang digunakannya mampu menempuh jarak 15–20 kilometer sekali pengisian dan tidak dikenai setoran.

“Gratis, tidak ada setoran. Sangat membantu kami yang sudah sepuh,” ujarnya.

Back To Top