Skip to content

Pengmas BEM Unair Hadirkan Edukasi Artificial Intelligence Lewat Program Garda X Agip

Suasana Pelatihan AI Interaktif Bersama Garda X Agip Di Kabupaten Malang
Suasana pelatihan AI interaktif bersama Garda X Agip di Kabupaten Malang

Pengmas BEM Unair Hadirkan Edukasi Artificial Intelligence Lewat Program Garda X Agip

Mengawali tahun 2026, Kementerian Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga melalui Gerakan Akselerasi Masyarakat Berdaya X Airlangga Global Impact Project (Garda X Agip) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada tanggal 7-11 Januari 2026.

Garda X Agip memiliki fokus utama dalam bidang pendidikan dan didukung oleh lima pilar lainnya yaitu ekonomi, lingkungan, teknologi, keagamaan, dan kesehatan. Salah satu wujud nyata dari pilar teknologi diwujudkan melalui mata acara ‘Get To Know About AI’ yang diselenggarakan di MTS Wahid Hasyim 2 Dau, Malang dan diikuti oleh seluruh kelas IX. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kepada siswa. Tidak hanya sebatas mengenal teknologi, siswa juga diajak untuk memahami pentingnya pemanfaatan AI secara bijak dan bertanggung jawab agar tidak disalahgunakan dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan literasi menjadi hal yang penting.

Dalam pelaksanaannya, panitia Garda X Agip berperan sebagai fasilitator sekaligus pendamping saat proses pembelajaran. Mahasiswa juga harus dapat menyampaikan materi yang mudah dipahami dan membangun suasana yang interaktif sehingga siswa dapat lebih aktif bertanya, berdiskusi dan memberikan pendapat.

Siswa kelas IX praktik menyusun prompt AI di pelatihan Garda X Agip

Materi diawali dengan pengenalan konsep Big Data sebagai dasar dari teknologi AI, serta berbagai contoh penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari seperti Gemini, ChatGPT, Siri dan Alexa. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai plagiarisme yaitu tindakan mengambil ide orang lain tanpa mencantumkan sumber yang jelas, hal tersebut perlu dihindari dalam pemanfaatan teknologi khususnya di dunia akademik.

Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa AI dapat membantu mempermudah berbagai pekerjaan. Mamun, penggunaan AI tidak seharusnya menggantikan peran kreativitas manusia. Seharusnya AI dapat digunakan untuk mengembangkan ide yang ada.

Penyampaian materi dikemas dengan metode yang menyenangkan dan mudah dipahami, salah satunya melalui kuis interaktif dan prompt challenge. Siswa belajar bagaimana menyusun perintah atau prompt yang tepat agar AI dapat memberikan hasil yang sesuai dengan kebutuhan baik dalam bentuk teks maupun gambar. Antusiasme siswa semakin meningkat ketika mereka diberikan kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan AI secara langsung.

Melalui kegiatan Garda X Agip ini, diharapkan siswa mampu memanfaatkan AI secara cerdas dan bertanggung jawab. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terkait etika akademik sejak dini. AI tidak hanya sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kreativitas.

Zaskia Darojah

Back To Top