Revitalisasi Pasar Besar Malang Tertunda, Sejumlah Pedagang Belum Sepakat MALANG – Rencana revitalisasi Pasar Besar…
Revitalisasi Pasar Tawangmangu Dikebut Lewat APBN, Anggaran Diperkirakan Rp35 Miliar

kondisi Pasar Tawangmangu Kota Malang pasca hujan
Revitalisasi Pasar Tawangmangu Dikebut Lewat APBN, Anggaran Diperkirakan Rp35 Miliar
MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama DPRD Kota Malang memastikan revitalisasi Pasar Tawangmangu tidak menggunakan APBD, melainkan mengandalkan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah ini diambil karena keterbatasan fiskal daerah untuk membiayai proyek berskala besar.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan pengajuan pendanaan revitalisasi pasar saat ini masih berproses di Kementerian Perdagangan RI. Upaya tersebut dilakukan bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan DPRD Kota Malang. Bahkan, pada Jumat (9/1/2026), rombongan Pemkot Malang mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perdagangan di Jakarta.
“Masih dalam proses di Kemendag RI,” kata Eko.
Revitalisasi Pasar Tawangmangu dirancang dengan konsep pasar modern yang tetap mempertahankan nuansa tradisional. Penataan tidak hanya menyasar fisik bangunan, tetapi juga penguatan aktivitas ekonomi pasar, termasuk mengakomodasi usaha pendukung seperti kafe, dengan konsep pengelolaan menyerupai Pasar Klojen.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menyebut Pasar Tawangmangu menjadi satu-satunya pasar di Kota Malang yang belum direvitalisasi hampir 40 tahun. DPRD bersama Diskopindag dan pedagang telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai syarat utama pengajuan bantuan ke pemerintah pusat.
“DED sudah selesai Desember lalu. Karena APBD terbatas, kami sepakat mengajukan ke pemerintah pusat,” ujar Bayu.
Berdasarkan DED, nilai anggaran revitalisasi yang diusulkan ke APBN diperkirakan mencapai Rp35 miliar. Dana tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki berbagai kerusakan, seperti atap bocor, drainase bermasalah, dan kesan kumuh yang selama ini dikeluhkan pedagang.
Rencana revitalisasi ini disambut positif pedagang. Salah satunya Baroji, yang menilai kondisi pasar saat ini sudah tidak nyaman, terutama saat hujan. Ia berharap pembenahan ke depan benar-benar meningkatkan kenyamanan dan keamanan pasar.
“Pasar ini memang sudah selayaknya direvitalisasi,” pungkasnya.
