Skip to content

Ada Penolakan Vaksin Campak di Kota Malang Ancam Status KLB, Ratusan Suspek Sasar Balita

Kegiatan Imunisasi Campak Balita Di Kota Malang
kegiatan imunisasi campak balita di Kota Malang

Ada Penolakan Vaksin Campak di Kota Malang Ancam Status KLB, Ratusan Suspek Sasar Balita

MALANG – Ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) campak membayangi Kota Malang seiring masih adanya penolakan vaksin di masyarakat. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengakui sebagian warga belum bersedia mengimunisasi anaknya, padahal campak memiliki tingkat penularan tinggi, hingga 1:18.

“Jumlah yang menolak memang kecil, tapi risikonya besar karena sangat menular,” ujarnya saat meninjau imunisasi di Bunulrejo, Senin (6/4/2026).

Untuk menekan potensi lonjakan kasus, Pemkot Malang menggencarkan strategi door to door dengan mendatangi langsung rumah warga, sekaligus melibatkan tokoh agama dan masyarakat guna memperkuat edukasi.

Program Catch-Up Campaign campak yang berlangsung 1–7 April 2026 menargetkan anak usia 9–59 bulan. Dari sekitar 12.000 anak yang belum terverifikasi status imunisasinya, baru sekitar 1.400 yang terdata.

Pemkot kini berpacu mengejar cakupan vaksinasi sekaligus menghadapi resistensi warga demi mencegah KLB.

Ratusan Suspek Campak Bermunculan, Balita Paling Rentan

Ancaman KLB campak di Kota Malang kian nyata dengan munculnya ratusan kasus suspek dalam dua tahun terakhir. Dinas Kesehatan mencatat 312 kasus suspek pada 2025 dengan 52 terkonfirmasi, serta 61 kasus suspek pada 2026 yang masih menunggu hasil laboratorium.

Kepala Dinkes Kota Malang dr. Husnul Muarif menjelaskan, kasus suspek ditentukan dari gejala di fasilitas kesehatan, lalu dikonfirmasi melalui uji laboratorium berlapis hingga Whole Genome Sequencing (WGS).

Mayoritas kasus menyerang anak usia 1–4 tahun, kelompok paling rentan terhadap komplikasi.

Meski capaian imunisasi melalui ORI sebelumnya mencapai 95,6 persen, celah masih terbuka pada anak yang belum terverifikasi status vaksinnya. Karena itu, Pemkot kembali menggencarkan program catch-up yang lebih terarah pada sekitar 1.400 anak.

Munculnya puluhan kasus suspek di awal 2026 menjadi peringatan serius. Tanpa percepatan vaksinasi dan penanganan menyeluruh, KLB campak di Kota Malang berpotensi tinggal menunggu waktu.

Back To Top