47 Seniman Ramaikan Lomba Mural Polresta Malang Kota, Kritik Keadilan hingga Polusi Disuarakan MALANG –…
Tradisi Arak-arakan Kurban Kidul Pasar Tetap Bertahan, Black Embek Jadi Simbol Regenerasi Pemuda

Arak-arakan kambing kurban di Kidul Pasar Malang
Tradisi Arak-arakan Kurban Kidul Pasar Tetap Bertahan, Black Embek Jadi Simbol Regenerasi Pemuda
MALANG – Tradisi arak-arakan hewan kurban di kawasan Kidul Pasar atau Jalan Prof Moh Yamin, Kota Malang, kembali digelar menjelang Idul Adha 2026, Rabu (27/5/2026). Tradisi yang sudah ada sejak era 1980-an itu tahun ini tampil lebih meriah bertepatan dengan 10 tahun komunitas Black Embek Kidul Pasar.
Sebanyak 87 kambing dan 6 sapi diarak keliling kampung sejauh sekitar 1,5 kilometer mulai pukul 07.00 WIB. Rute dimulai dari Jalan Prof Moh Yamin Gang 3 menuju Jalan Martadinata lalu kembali ke titik awal.
Ketua Panitia Black Embek Kidul Pasar, Aswin Muzaki mengatakan, arak-arakan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari syiar agama dan ajakan kepada warga untuk berkurban.
“Tradisi ini untuk syiar agama, bukan pamer. Mengajak masyarakat agar ikut berkurban,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi tersebut diwariskan turun-temurun sejak dirinya kecil. Selain syiar, arak-arakan juga diyakini membuat hewan lebih tenang saat proses penyembelihan.
Sementara itu, Koordinator Black Embek, Eki mengungkapkan, tradisi kurban di Kidul Pasar kini semakin didominasi anak muda. Bahkan sekitar 70 persen penyumbang kambing tahun ini berasal dari kalangan pemuda.
“Setelah Lebaran teman-teman sudah mulai cari kambing jumbo. Itu sudah jadi identitas Kidul Pasar,” katanya.
Eki menjelaskan, nama Black Embek sebenarnya sudah ada sejak sebelum 1980-an dan dulu identik dengan citra gangster kampung. Namun, generasi muda kemudian mengubahnya menjadi wadah positif tanpa menghilangkan tradisi lama.
“Tradisi lama tetap dipertahankan, cuma dimodifikasi mengikuti zaman sekarang,” ungkapnya.
Ia menyebut, arak-arakan dulunya hanya berputar di gang-gang kampung dengan skala kecil. Setelah Black Embek mulai terorganisir sekitar 2016-2017, tradisi berkembang lebih meriah dengan tambahan koreografi dan rute lebih panjang hingga jalan raya.
Kini, tradisi arak-arakan kurban Kidul Pasar tak hanya menjadi agenda tahunan Idul Adha, tetapi juga simbol regenerasi dan kebersamaan warga lintas generasi.
