Skip to content

Jembatan Sonokembang Dibangun Februari 2026, Lebih Lebar dan Tahan Banjir dengan Anggaran Rp5 Miliar

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, Memberikan Keterangan Pers Terkait Pembangunan Jembatan Sonokembang
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, memberikan keterangan pers terkait pembangunan Jembatan Sonokembang

Jembatan Sonokembang Mulai Dibangun Bulan Depan, Lebih Lebar dan Tinggi dengan Anggaran Rp5 Miliar

MALANGPemerintah Kota Malang memastikan pembangunan permanen Jembatan Sonokembang di Kelurahan Pandanwangi dimulai Februari 2026, setelah proses lelang rampung. Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp5 miliar dari APBD Kota Malang.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan jembatan baru dirancang lebih kuat dibandingkan sebelumnya dengan menggunakan material precast beton. Selain lebih berkualitas, struktur ini dinilai lebih stabil dan tahan terhadap beban lalu lintas serta faktor lingkungan.

Secara teknis, jembatan akan memiliki panjang sekitar 17 meter dengan lebar diperluas dari 5,5 meter menjadi 9 meter. Elevasi jembatan juga dinaikkan sekitar satu meter agar selaras dengan kondisi jalan dan aliran air, sehingga lebih aman dan tidak mudah tersumbat.

Selain itu, di sisi kanan dan kiri jembatan akan disediakan trotoar selebar sekitar satu meter untuk pejalan kaki. Selama pembangunan berlangsung, Jembatan Bailey tetap difungsikan sebagai akses sementara dan baru dibongkar setelah jembatan permanen siap digunakan.

Pengerjaan jembatan diperkirakan memakan waktu lima hingga enam bulan. Sebelumnya, Jembatan Sonokembang ambrol pada Oktober 2025 dan sejak itu digantikan oleh Jembatan Bailey sebagai solusi darurat.

Back To Top