Curi Helm di Parkir Kayutangan, Aksi Pelaku Terekam 30 Titik CCTV Aktif 24 Jam MALANG…
Katedral Ijen Sesuaikan Jadwal Misa demi Dukung Mujahadah Kubro 1 Abad NU

Tampak depan Gereja Katedral Ijen Kota Malang
Katedral Ijen Sesuaikan Jadwal Misa demi Dukung Mujahadah Kubro 1 Abad NU
MALANG – Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel (Ijen), Kota Malang, menyesuaikan jadwal misa sebagai bentuk toleransi antarumat beragama selama pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 7–8 Februari 2026.
Romo Paroki Gereja Katedral Ijen, Romo Petrus Prihatin, mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah koordinasi dengan Pemerintah Kota Malang melalui pihak kecamatan terkait penutupan 12 ruas jalan di kawasan Ijen.
Menurutnya, secara teknis misa tetap bisa dilaksanakan. Namun, penutupan jalan berdampak pada keterbatasan akses umat, terutama jarak parkir yang jauh dan keharusan berjalan kaki cukup lama menuju gereja.
Hasil koordinasi dengan pihak kecamatan, pengurus gereja, dan para uskup memutuskan sebagian besar jadwal misa ditiadakan. Dari enam jadwal misa akhir pekan, hanya dua misa yang tetap digelar, yakni Minggu pukul 16.30 WIB dan 18.30 WIB, saat aktivitas Mujahadah Kubro telah selesai dan lalu lintas kembali normal.
Dengan demikian, misa Sabtu pagi dan sore serta Minggu pagi dan siang ditiadakan. Kebijakan ini telah diumumkan kepada umat melalui misa akhir pekan sebelumnya dan disebarkan melalui flyer resmi di grup-grup umat. Romo Petrus menegaskan, umat menyambut baik keputusan tersebut sebagai wujud nyata toleransi.
Pihak gereja juga mengimbau umat yang ingin mengikuti misa pada jadwal yang ditiadakan untuk beribadah di gereja lain yang tidak terdampak penutupan jalan, seperti Gereja Tidar, Langsep, Landungsari, dan Sengkaling.
Selain penyesuaian jadwal misa, Gereja Katedral Ijen turut mendukung Mujahadah Kubro dengan membuka area samping gereja sebagai lokasi transit dan tempat istirahat jemaah, lengkap dengan fasilitas empat unit toilet. Bagian dalam gereja tetap ditutup karena tidak ada kegiatan ibadah.
Kebijakan ini tertuang dalam pengumuman resmi Paroki Gereja Katedral Ijen seiring peringatan Harlah ke-100 NU dan penutupan ruas jalan di sekitarnya, meliputi Jalan Besar Ijen, Retawu, Wilis, Pahlawan Trip, Semeru, Lawu, Welirang, Merapi, Taman Slamet, Sumbing, Guntur, dan Buring.
