Ribuan Jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU Disambut Biarawati di GKJW Malang MALANG – Suasana…
Napak Tilas Gus Dur di GKJW Malang, Jejak Persaudaraan Lintas Iman Menguat di Momen 1 Abad NU

Foto bersejarah Gus Dur di GKJW Malang
Napak Tilas Gus Dur di GKJW Malang, Jejak Persaudaraan Lintas Iman Menguat di Momen 1 Abad NU
MALANG – Kantor Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Wilayah Jawa Timur, Kota Malang, menyimpan jejak sejarah penting Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Tempat ini menjadi lokasi napak tilas Gus Dur yang pernah mengajar selama tujuh tahun, pada 1974–1981.
Pada momen Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), ruangan istirahat Gus Dur di Kantor GKJW Malang ramai dikunjungi para Nahdliyin. Lokasi tersebut juga menjadi tempat transit sekitar 1.200 jemaah PCNU Kota Surabaya sebelum menuju Stadion Gajayana pada 7–8 Februari 2026.
Di ruang istirahat Gus Dur, bendera Merah Putih dan NU terpajang rapi berdampingan, disertai foto-foto dokumentasi Gus Dur semasa berada di Kantor Majelis Agung GKJW Malang.
Ketua Majelis Agung GKJW, Pendeta Natanael Hermawan, menyampaikan bahwa hubungan GKJW, umat Kristen, dan NU memiliki akar sejarah yang kuat. NU berdiri pada 1926 di Tebuireng, Jombang, sedangkan GKJW lahir pada 1931 di Mojowarno, Jombang.
“Selain itu, Gus Dur pernah mengajar Islamologi kepada para pendeta GKJW di tempat ini selama tujuh tahun. Beliau menekankan pentingnya belajar agama langsung dari pemeluknya,” ujar Pendeta Natanael, Minggu (8/2/2026) dini hari.
Menurutnya, ruangan tempat Gus Dur beristirahat dan mengajar hingga kini masih dirawat dengan baik sebagai simbol dialog dan kepercayaan lintas iman. Bahkan, saat menjabat Presiden RI, Gus Dur sempat kembali berkunjung ke lokasi tersebut.
“Napak tilas ini menjadi pengingat bagi generasi sekarang untuk terus merawat persaudaraan lintas iman yang telah dirintis para pendahulu, khususnya di Jawa Timur dan Kota Malang,” tegasnya.
Jejak Gus Dur di GKJW Malang menegaskan bahwa nilai dialog, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama telah lama dipraktikkan dan tetap relevan hingga momen 1 Abad NU.
