Skip to content

Sampah Tutupi Saluran Lokal Menuju Drainase Jadi Penyebab Utama Banjir di Suhat

Banjir Menggenangi Jalan Soekarno Hatta Kota Malang
Banjir menggenangi Jalan Soekarno Hatta Kota Malang

Sampah Tutupi Saluran Lokal Menuju Drainase Jadi Penyebab Utama Banjir di Suhat

MALANG – Banjir yang kembali menggenangi Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang, pada Senin (2/3/2026) memunculkan sorotan publik. Pasalnya, kawasan tersebut baru saja menyelesaikan proyek pembangunan drainase senilai Rp32 miliar yang diharapkan mampu mengatasi persoalan banjir.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menjelaskan bahwa genangan bukan disebabkan kegagalan drainase utama yang baru dibangun. Menurutnya, banjir terjadi karena saluran lokal yang menuju drainase utama tertutup sampah.

Saat hujan dengan curah cukup ekstrem, saluran utama di Suhat menerima aliran air dari berbagai saluran lokal. Namun di salah satu titik, tepatnya di dekat Warung Cak Uut, sampah menutup bagian penyaring atau sediment trap sehingga air tidak bisa masuk ke gorong-gorong.

“Saluran utama itu menerima air dari saluran lokal. Tapi di salah satu titik sampah menutup sediment trap, sehingga air tidak bisa masuk dan justru meluap ke jalan,” ujar Emil, Kamis (5/3/2026).

Akibatnya, air yang seharusnya mengalir ke saluran drainase justru melompat ke badan jalan dan menyebabkan genangan di kawasan Suhat.

Mengetahui kondisi tersebut, Emil mengaku telah berkoordinasi dengan Wali Kota Malang dan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) untuk segera membersihkan titik saluran yang tersumbat.

Ia menegaskan, penanganan jangka pendek dilakukan dengan membersihkan sediment trap, sementara jangka panjangnya perlu perawatan rutin agar saluran tidak kembali tersumbat.

Emil juga menyebut perlu kesepakatan antara Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Malang terkait pembagian tugas pemeliharaan saluran, khususnya pada saluran lokal yang terhubung dengan drainase utama.

“Kalau sudah pakai sediment trap memang harus rajin dibersihkan. Nanti perlu disepakati juga pembagian tugas pembersihannya,” katanya.

Meski demikian, Emil menegaskan pihaknya tetap terbuka terhadap laporan masyarakat jika masih ditemukan kekurangan pada proyek drainase tersebut.

Sebelumnya, banjir kembali terjadi di kawasan Suhat pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Genangan air bahkan sempat mencapai sekitar 80 sentimeter akibat hujan deras disertai angin kencang.

Selain Suhat, banjir juga terjadi di Jalan Ikan Tombro dan Jalan Sudimoro, Kelurahan Mojolangu. Air baru surut sekitar pukul 19.30 WIB, sementara arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan akibat genangan dan cuaca ekstrem.

Back To Top