Isu Busana Khas Malang Rp12,5 Miliar Dibantah, Disdikbud Tegaskan Tanpa Anggaran: Pejabat Bayar Sendiri MALANG-…
Terbongkar Malam Pertama, “Pengantin Pria” di Malang Diduga Wanita: Korban Sempat Diancam Hingga Akhirnya Lapor Polisi

korban melapor ke Polresta Malang Kota terkait kasus dugaan penipuan pernikahan
Terbongkar Malam Pertama, “Pengantin Pria” di Malang Diduga Wanita: Korban Sempat Diancam Hingga Akhirnya Lapor Polisi
MALANG – Kasus pernikahan berujung dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen terjadi di Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Seorang perempuan, Intan Anggraeni (28), melaporkan pasangannya yang dikenal sebagai “Rey” setelah mengetahui fakta mengejutkan pada malam pertama: sosok yang dinikahinya diduga seorang wanita.
Perwakilan keluarga korban, Eko NS, menyebut laporan telah dilayangkan ke polisi dengan dugaan utama pemalsuan dokumen yang digunakan untuk menikah. Pihak keluarga juga mencurigai adanya indikasi tindak pidana lain.
Kecurigaan menguat karena sebelum menikah, korban diminta membuat paspor dengan dalih akan diajak berobat ke luar negeri. Selain itu, korban juga diiming-imingi hadiah mewah berupa rumah dan mobil Lamborghini.
Hubungan keduanya terbilang singkat, dimulai awal Februari 2026 hingga menikah pada 3 April 2026. Selama berpacaran, korban mengaku tidak menaruh curiga karena terlapor berperilaku layaknya pria.
Namun, fakta terungkap saat malam pertama. Korban mendapati kejanggalan hingga akhirnya mengetahui identitas asli terlapor. Ia pun langsung melapor ke keluarga.
Tak hanya dugaan penipuan, korban juga mengaku sempat mendapat ancaman, termasuk intimidasi akan dilaporkan balik serta upaya membawa korban oleh seseorang pada malam hari. Keluarga kemudian mengusir terlapor dari rumah.
Sejumlah kejanggalan lain turut terungkap, mulai dari alasan pernikahan siri karena klaim ada keluarga meninggal—yang belakangan tidak terbukti—hingga tidak hadirnya pihak keluarga terlapor saat akad. Terlapor juga mengaku bekerja sebagai konsultan di Jakarta, namun diduga tidak sesuai fakta.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, membenarkan laporan tersebut dan menyatakan kasus masih dalam pendalaman.
Keluarga korban berharap polisi mengusut tuntas perkara ini, termasuk kemungkinan adanya modus kejahatan lain di balik peristiwa tersebut.
