skip to Main Content

Gempar! Awan Aneh di Langit Jember Viral, BMKG Beri Penjelasan

Sebuah gambar aneh yang muncul di langit Jember membuat heboh warga dan viral di berbagai platform media sosial, termasuk Facebook, pada Selasa (4/6/24). Sumber: ISTIMEWA
Sebuah gambar aneh yang muncul di langit Jember membuat heboh warga dan viral di berbagai platform media sosial, termasuk Facebook, pada Selasa (4/6/24).

JEMBER – Sebuah gambar aneh yang muncul di langit Jember membuat heboh warga dan viral di berbagai platform media sosial, termasuk Facebook, pada Selasa (4/6/24). Menanggapi hal ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) angkat bicara.

Forecaster BMKG Banyuwangi Pos Meteorologi Jember, Hukama Nur Akmal, dalam pernyataan tertulisnya menjelaskan bahwa fenomena tersebut adalah lapisan awan yang berlubang, yang dikenal sebagai awan cavum atau awan celah melingkar.

“Awan cavum terbentuk ketika pesawat terbang melalui lapisan awan kumuliform tipis dan memicu proses glasial. Proses ini mengubah partikel awan dari tetesan air menjadi partikel es, menciptakan efek domino yang menghasilkan celah di awan,” ujar Hukama.

Celah ini terlihat jelas di lapisan altocumulus atau awan menengah. Partikel es yang terbentuk turun karena kecepatan angin yang berbeda di berbagai ketinggian, menciptakan tampilan unik yang sering kali disalahartikan sebagai fenomena luar biasa atau UFO.

Fenomena Serupa di Langit Florida

Fenomena serupa juga tertangkap oleh NASA di langit dekat pantai barat Florida pada 30 Januari 2024. Gambar dari satelit Terra sempat memicu spekulasi tentang UFO sebelum dikonfirmasi sebagai awan cavum oleh pakar NASA, Michala Garrison.

“Awan cavum terlihat seperti lingkaran besar atau elips dari bawah, dengan gumpalan awan di tengah lubang,” jelas Garrison. Awan ini bisa dilihat dari tanah dan luar angkasa, sehingga sering kali disalahartikan sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar fenomena alam.

Penelitian telah menunjukkan bahwa awan cavum terbentuk ketika pesawat terbang melewati awan altocumulus yang sangat dingin. Proses pendinginan adiabatik yang terjadi saat udara bergerak di sekitar sayap dan baling-baling pesawat menyebabkan air membeku tanpa bantuan partikel di udara. Kristal es yang terbentuk kemudian jatuh, meninggalkan kekosongan di awan.

Awan Cavum dan Teknologi Penerbangan

Penelitian dari Pusat Penelitian Langley NASA pada 2010 mengungkapkan bahwa berbagai jenis pesawat, mulai dari jet penumpang hingga jet militer, bisa menghasilkan awan cavum. Dengan lebih dari 1.000 penerbangan tiba di Bandara Internasional Miami setiap hari, peluang untuk terbentuknya awan cavum sangat tinggi.

“Faktor lain seperti ketebalan lapisan awan, suhu udara, dan pergeseran angin horizontal juga mempengaruhi ukuran dan durasi awan cavum,” tambah para peneliti.

Fenomena awan cavum memang langka, tetapi bukan hal baru. Fenomena ini telah didokumentasikan sejak tahun 1940-an dan baru sekitar 15 tahun terakhir ilmuwan menemukan penjelasan ilmiahnya.

Dengan penjelasan dari para ahli, diharapkan spekulasi yang beredar di masyarakat dapat teredam dan fenomena ini dapat dipahami sebagai bagian dari fenomena alam yang menarik dan indah.

Back To Top