skip to Main Content

Video Viral Traffic Cone Meleyot Semarang: Hoaks Cuaca Panas?

traffic cone mleyot
traffic cone mleyot

Video viral “Traffic Cone” yang memperlihatkan adegan mengejutkan di jalanan Kota Semarang baru-baru ini telah menjadi sorotan. Namun, ternyata ada fakta mengejutkan di balik video tersebut yang mengungkapkan bahwa hal tersebut adalah sebuah hoaks. Mari kita simak penjelasan BMKG tentang fenomena ini.

Detik-detik Mengejutkan: “Traffic Cone” Meleyot di Jalanan Semarang

Suasana panas Kota Semarang diramaikan oleh sebuah video viral yang menunjukkan “traffic cone” meleyot di jalanan. Video ini mendapatkan perhatian luas dari masyarakat dan mengundang spekulasi tentang penyebabnya. Namun, penjelasan dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mengungkapkan kebenaran yang mengejutkan.

Cuaca Panas Bukanlah Penyebab “Traffic Cone” Meleyot

Sebelumnya, banyak yang menduga bahwa cuaca panas yang melanda Semarang menjadi faktor utama dari “traffic cone” yang meleyot. Namun, BMKG dengan tegas membantah klaim ini. Giyarto, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, menyatakan bahwa informasi tersebut adalah sebuah hoaks.

“Hoaks, ya,” ujar Giyarto kepada Kompas.com, Rabu (23/8/2023).

Faktor-faktor Lain yang Mempengaruhi Suhu di Semarang

Giarto menjelaskan bahwa suhu panas yang dirasakan di Kota Semarang disebabkan oleh beberapa faktor lain seperti radiasi matahari, massa udara kering, tingkat karbon di udara, dan polutan. Meskipun saat ini Kota Semarang sedang dalam puncak musim kemarau, suhu yang terjadi masih tergolong normal.

Rekam Jejak Suhu di Semarang

Menurut Iis Widya Harmoko, Kepala Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, suhu udara di Kota Semarang dalam bulan Agustus masih berada di bawah ambang batas ekstrem. Pengukuran suhu tertinggi sebelumnya mencapai 39,5 derajat Celsius pada tahun 2015.

Fakta Sebenarnya: “Traffic Cone” Meleyot Karena Tersenggol Kendaraan

Penjelasan Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengungkapkan bahwa penyebab sebenarnya dari “traffic cone” meleyot adalah karena tersenggol oleh kendaraan, bukan akibat cuaca panas.

Peristiwa tersebut terjadi pada 21 Agustus 2023 di daerah Kagok, Jalan Sultan Agung, Semarang. Petugas Dishub telah melakukan perbaikan terhadap “traffic cone” yang meleyot.

Proyeksi Suhu di Masa Mendatang

Meskipun suhu saat ini masih dalam kondisi normal, Iis menyatakan bahwa kemungkinan suhu akan lebih panas pada bulan-bulan mendatang. Puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada bulan November dengan suhu mencapai 37-38 derajat Celsius.

Fenomena “traffic cone” meleyot di Semarang yang sempat membuat publik heboh ternyata adalah hasil dari sebuah hoaks. Penjelasan dari BMKG menunjukkan bahwa faktor-faktor lain seperti radiasi matahari, udara kering, karbon di udara, dan polutan berperan dalam meningkatkan suhu yang dirasakan. Kesimpulannya, penting bagi kita untuk selalu mencari informasi yang akurat dan terpercaya guna melawan penyebaran hoaks.

Sumber: Kompas.com

Back To Top