skip to Main Content

Nostalgia Malang Raya #17 : Bioskop Merdeka, Dari Kejayaan Hingga Menghilang

nostalgia malang raya bioskop merdeka dari kejayaan hingga menghilang
nostalgia malang raya bioskop merdeka dari kejayaan hingga menghilang

Menelusuri kondisi Bioskop Merdeka di kawasan Kayutangan pada tahun 80-an hingga sekarang, mengungkap perjalanan yang menyedihkan. Bangunan yang dulunya menjadi ikon kini mangkrak. Nostalgia Malang Raya #17 mengangkat cerita yang mengharukan tentang Bioskop Merdeka, sebuah ikon budaya di kota Malang. Dalam episode ini, kita diingatkan tentang masa kejayaan Bioskop Merdeka yang pernah menjadi tempat hiburan utama bagi warga Malang Raya. Bioskop ini menjadi saksi bisu dari berbagai kenangan manis dan momen bersejarah yang terjadi di Malang. Episode ini mengajak kita untuk merefleksikan perjalanan waktu dan kehilangan yang terjadi dalam perkembangan sebuah kota, menjadikan Bioskop Merdeka sebagai simbol nostalgia yang tak tergantikan.

Bioskop Merdeka atau Roxy Theater: Sejarah dan Perubahan Nama

Bioskop Merdeka, juga dikenal dengan sebutan Roxy Theater, terletak di Kayutangan Herritage, berseberangan dengan Kantor Telkom. Dibuka pada awal 1952 dengan nama Roxy Theater, bioskop ini awalnya memiliki 900 kursi. Namun, perkembangan sejarah membuatnya mengalami perubahan nama menjadi Bioskop Merdeka Theatre pada tahun 1960-an atas perintah pemerintah Soekarno untuk menggunakan nama yang lebih Indonesia.

Walaupun mengalami perubahan nama, Bioskop Merdeka tetap memutar film-film luar negeri. Pada era 90-an, bioskop ini menjadi tempat nongkrong favorit para pemuda di Malang. Namun, dengan munculnya jaringan 21 pada awal 2000-an, reputasi Bioskop Merdeka mulai menurun drastis.

Dari Kejayaan ke Kehancuran: Bioskop Merdeka yang Menghilang

Pada saat yang tidak disangka-sangka, Bioskop Merdeka harus menutup operasinya. Gedung megah yang pernah menjadi ikon kini digantikan dengan bangunan baru. Pada tahun 2014, bangunan kuno peninggalan zaman Belanda yang telah berdiri sejak 1928 itu dihancurkan dan rencananya akan digantikan dengan bangunan hotel.

Keputusan pembongkaran Bioskop Merdeka menuai kritik dari pemerhati cagar budaya, termasuk Dwi Cahyono, yang menyayangkan ketidakmampuan Pemerintah Kota Malang dalam melindungi dan melestarikan benda bersejarah di kota tersebut.

Tanggapan Netizen terhadap Bioskop Merdeka

Keberadaan Bioskop Merdeka juga menuai berbagai tanggapan dari netizen. Beberapa di antaranya mengekspresikan kerinduan dan kenangan masa lalu ketika bioskop ini masih beroperasi.

“Asli, sekarang jadi tempat parkir di Kayutangan saja, tidak estetik seperti sebelumnya,” tulis salah satu netizen.

“Bioskop Merdeka tempat langganan nonton film India bersama ibu dan bapak di tahun 90-an. Kadang setelah menonton, mampir ke rumah nenek di samping pasar Talun. Semuanya hanya tinggal kenangan,” ujar netizen lainnya dengan rasa kehilangan.

Netizen juga mengingat beberapa tagline film di Bioskop Merdeka, seperti “CANTIK..MENGGAIRAHKAN… TAK KENAL AMPUN” dari film Suzanna, yang mengundang tawa.

Berbagai tanggapan netizen tersebut mencerminkan betapa bersejarahnya Bioskop Merdeka dan betapa berarti tempat ini bagi banyak orang di masa lalu.

Bioskop Merdeka, yang dikenal juga sebagai Roxy Theater, merupakan bioskop yang memiliki sejarah panjang di kawasan Kayutangan, Malang. Namun, akibat perkembangan zaman dan persaingan dari jaringan bioskop modern, Bioskop Merdeka akhirnya harus menutup operasinya dan bangunannya digantikan oleh proyek pembangunan hotel. Meski hanya tinggal kenangan, Bioskop Merdeka tetap berarti bagi banyak orang yang pernah mengunjunginya.

Back To Top