Skip to content

Malang Punya SPKLU Terbanyak se Jatim, 800 Kendaraan Listrik Transaksi Setiap Hari

SPKLU Center Malang Dengan 11 Nozzle Fast Charging, Pusat Pengisian Kendaraan Listrik Terbanyak Di Jawa Timur
SPKLU Center Malang dengan 11 nozzle fast charging, pusat pengisian kendaraan listrik terbanyak di Jawa Timur

Malang Punya SPKLU Terbanyak se Jatim, 800 Kendaraan Listrik Transaksi Setiap Hari

MALANG – PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang menegaskan komitmennya mendukung transisi energi nasional melalui penguatan ekosistem kendaraan listrik. Salah satunya dengan menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terbanyak di Jawa Timur yang kini berada di wilayah Malang Raya.

Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo, menyampaikan pengembangan SPKLU merupakan dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam menekan emisi karbon dengan mendorong peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik. PLN, kata dia, siap menopang kebutuhan pengisian daya secara menyeluruh.

Sebagai penguatan infrastruktur, PLN meresmikan SPKLU Center Malang dengan 11 nozzle, terdiri dari empat mesin fast charging 180 kW dan satu mesin 60 kW. Fasilitas ini diharapkan memberi kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan pengguna mobil listrik.

Berdasarkan data PLN UID Jawa Timur, Malang Raya memiliki 56 unit SPKLU yang tersebar di berbagai titik strategis, tertinggi di Jawa Timur. Jumlah tersebut melampaui daerah lain seperti Madiun, Pasuruan, Surabaya, dan Bojonegoro. Secara total, Jawa Timur memiliki 288 unit SPKLU di 152 lokasi.

Tingginya kebutuhan terlihat dari rata-rata 25–40 kendaraan listrik yang melakukan pengisian daya setiap hari di SPKLU Center Malang, bahkan sebelum diresmikan. Saat ini, dari seluruh SPKLU di Malang Raya tercatat sekitar 800 transaksi pengisian per hari.

PLN juga menyiapkan layanan home charging bagi pemilik mobil listrik dengan kapasitas 7.700 watt atau 10.600 watt, dilengkapi program diskon hingga Juni 2026. Selain itu, SPKLU di rest area Tol 84A dan 84B disiapkan untuk mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik yang melintas.

Agung menambahkan, penguatan ekosistem kendaraan listrik sejalan dengan upaya menjaga lingkungan dan mendukung target transisi energi menuju net zero emission 2060, yang diharapkan dapat dipercepat pada 2045.

Back To Top